Wednesday , November 22 2017
Home / Kuliner / Makan Soto, Bayar Doa

Makan Soto, Bayar Doa

depokklik.com — Mungkin inilah cara Ubaidilah, untuk menarik pembelinya. Pria asli Depok pemilik usaha Soto Kauman Express (SKE) yang beralamat di Jalan Raya Mochtar No 8A (seberang RSUD Depok) Sawangan, Depok, patut diajungi jempol. Di samping rasa sotonya yang lezat, berbagai ide cemerlang dan unik muncul dalam promosinya.

“Di samping saya mengandalkan rasa dan pelayanan, kami memiliki banyak ide unik untuk promosi sekaligus sarana kami beramal soleh supaya usaha kami barokah, maju, dan bisa berkontribusi untuk kemajuan Kota Depok,” kata Ubaidilah di sela-sela menjamu rombongan Walikota dalam program Buka Puasa Bayar Pake Doa, belum lama ini.

Keunikan tersebut di antaranya program ibu hamil gratis. Ibu hamil akan disuguhi hidangan gratis untuk apa pun yang dimakannya. Merugikah dia? “Alhamdulillah, sampai saat ini kami tidak merasa rugi dengan program tersebut. Malah makin banyak pelanggan yang datang,” kata Ubay, panggilan akrab Ubaidilah.

Ubay mengungkapkan alasannya memilih ibu hamil boleh makan gratis di SKE. “Ibu hamil memiliki arti penting buat saya. Ibu hamil merupakan pahlawan kehidupan. Dari rahimnyalah lahir generasi masa depan. Soto Kauman Express ingin menjadi bagian kepahlawanan seorang ibu untuk masa kini dan masa depan dengan menyuguhkan makanan berkualitas secara gratis,” katanya.

Beragam kegiatan promo unik lainnya ia gelar. Pada 9 April 2014, misalnya, SKE mengadakan PEMILU Di (pemilihan umum diskon) Soto Kauman Express. Pengunjung disuguhi pilihan-pilihan diskon menarik hingga 50%. Tinggal coblos nomornya, pengunjung bisa menikmati diskonnya. Tak pelak, program tersebut mengundang banyak orang datang dan mampu menghasilkan penjualan yang fantastis.

Menyambut bulan Ramadhan ini, SKE membuat program yang tak kalah fantastis: Buka Puasa Bayar Pake Doa. Ubay ingin masyarakat rela berbagi doa dengan berbuka puasa di gerai SKE. Karena itu, untuk berbuka puasa, pengunjung membayarnya dengan kartu doa.

Brand SKE ingin mendedikasikan dirinya sebagai Soto Depok Asli Kudus. Walaupun kita tahu Depok tidak memiliki makanan khas soto, si pemilik yang asli Depok ingin memploklamasikan produknya sebagai Soto Depok yang resepnya dan tampilannya dari Kudus.

Untuk menguatkan tagline barunya, SKE membuat program yang super wow untuk warga Depok, yaitu Makan Soto Bayar Pake KTP pada saat hari ulang tahun ke-16 Kota Depok yang jatuh pada 27 April 2015. Dalam program itu, pengunjung hanya perlu memperlihatkan KTP, tentunya KTP yang dimaksud adalah KTP Depok. Satu KTP berlaku untuk satu porsi Soto Kudus Original. Acara itu berlangsung pada pukul 08.00–22.00.

Bukan hanya program promonya yang wow, produk yang dijual juga wow. Katering sotonya sudah sampai ke Istana ketika dia masih bergabung dengan kawan-kawan sebelum pecah kongsi akhir 2013 lalu. Sotonya juga sudah mampir ke gedung Smesco, Kantor Pajak, Kementerian Perdagangan, Kantor pusat BPKP, Gedung Kemen PU, Gedung Sucofindo, dan sebagainya.

Ubaidilah, pria kelahiran Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok, ini memulai usaha sotonya empat tahun yang lalu. Uniknya, soto yang disajikannya bermerek Kudus, bukan Soto Betawi.

Sejak sekolah, Ubay sudah terbiasa berdagang, mulai dagang layangan pada musim panas, berjualan es mambo, dan berjualan di Pasar Depok Jaya membantu sang kakak. Darah dagang turun dari sang ayah dan sang kakak yang juga memang pedagang buah di pasar.

Tahun 2011, Ubay memulai usaha soto bersama tiga temannya dari Pati. Namun, di akhir 2013, Ubay memutuskan untuk berjalan sendiri dan mengembangkan usaha Soto Kauman Express di Sawangan.

Atas kerja keras dan kreativitas yang unik dalam berpromosi, didukung rasa dan layanan yang memadai, kini Soto Kauman Express menjadi incaran media untuk diliput sehingga pelanggannya pun semakin ramai.

“Alhamdulillah usaha kami semakin ramai. Terima kasih kepada semua pelanggan dan teman-teman media yang sudah ikut memberitakan. Semoga keberkahan menaungi kita semua,” tutupnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *