Wednesday , November 22 2017
Home / Pedidikan / Disdik Depok Proses Perizinan Homeschooling

Disdik Depok Proses Perizinan Homeschooling

depokklik.com — Di tahun ajaran 2015–2016 ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok akan melakukan proses perizinan kegiatan homeschooling.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Disdik Kota Depok, Eneng Sugiarti, Senin (6/7/2015). Eneng mengatakan jika sudah memiliki izin, Disdik akan memberikan pembinaan mengenai proses pelaksanaan, dan para siswa nantinya juga dapat ikut ujian nasional di sekolah. Perlu diketahui bahwa selama ini siswa homeschooling selalu mengikuti ujian kesetaraan, baik paket A, B, maupun C.

“Nanti kami akan memberikan rekomendasi ke sekolah mana siswa ini dapat mengikuti ujian. Kita juga akan melihat dari evaluasi hasil belajarnya,” jelas mantan Kepala UPT pendidikan Pancoran Mas dan Cimanggis itu.

Saat ini, ada 49 homeschooling yang terdata di Kota Depok. Diharapkan semuanya dapat mengajukan proses perizinan kepada Disdik agar ke depannya mereka bisa mendapatkan kemudahan. Homeschooling merupakan pembelajaran alternatif, namun tetap mengacu pada kurikulum. “Dalam hal ini siswa homeschooling bisa anak yang berkebutuhan khusus, anak yang berminat pada satu bidang, misalkan olahraga, dan sebagainya,” tuturnya.

Diharapkan, jika semua proses pemberian izin berjalan lancar, nantinya semua anak bisa mendapatkan pendidikan dengan layak. Menurutnya, siswa homeschooling di Depok tidak melulu anak orang berada, namun ada juga anak dari keluarga tak mampu.

“Tidak dibatasi siapa yang bisa ikut homeschooling. Siapa saja yang berminat bisa mendaftar,” terangnya.

Perlu dipahami bahwa konsep homeschooling bukanlah model pendidikan alternatif, tetapi konsep dasar pendidikan itu sendiri. Sejak dulu orang memulai pendidikan dari rumah dengan orangtua dan keluarga mereka.

Tetapi setelah masyarakat berorganisasi dengan level dan sistem yang lebih kompleks, maka mulailah muncul sistem pendidikan yang dikelola oleh sistem tersebut, misal negara.

Karena konsep negara modern baru muncul di awal abad 20, maka konsep sekolah modern yang dikelola negara pun baru muncul.
Ketika pendidikan masih dalam bentuk asalnya yaitu “home schooling”, konten pendidikan tersebut dibuat match dengan kebutuhan keluarga, misalnya petani maka anak-anak diajari bercocok tanam, bila keluarga itu nelayan maka anaknya diajari mencari ikan.

Nah, bila fungsi pendidikan di keluarga adalah seperti itu, maka fungsi pendidikan yang dikelola oleh negara sebenarnya tidak beda, yaitu supaya anak didik memahami ilmu dan konsep yang dibutuhkannya dalam hidup bernegara sebagai warga. (*)

Check Also

Lulusan Siswa Homeschooling Sama dengan Sekolah Formal

depokklik.com — Semula aktivitas sekolah rumah atau kerap dikenal dengan istilah homeschooling keberadaan dan legalitas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *