Wednesday , November 22 2017
Home / Gaya Hidup / Minum Kopi dan Gaya Hidup Kaum Urban Depok

Minum Kopi dan Gaya Hidup Kaum Urban Depok

depokklik.com — Tradisi minum kopi merupakan sebuah budaya yang telah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Minum kopi sudah menjadi gaya hidup saat ini di kehidupan metropolitan, termasuk di kota Depok. Hal ini ditandai dengan banyaknya kedai kopi yang bermunculan di pinggir jalan atau pusat perbelanjaan.
Bisnis coffee shop banyak berorientasi pada penyajian kopi.Eksisnya kedai kopi di Kota Depok turut dipengaruhi oleh fakta bahwa penghuni kota ini adalah mahasiswa yang notabene mementingkan gaya hidup. Dalam memilih kedai, mereka menitikberatkan pada kualitas tempat dan variasi minuman yang tersedia. Bukan kepada kualitas minuman kopi yang disajikan.

Hal ini setidaknya juga dibenarkan oleh June Lumintang, selaku Pemilik Kafe Kopi Bar di kawasan Margonda.

“Saat ini usaha kuliner dengan konsep kedai kopi memang sangat menjamur di Depok, maka dari itu saya ingin mencoba peruntungan dengan menjadi salah satu dari sekian banyak kedai kopi yang ada,” ujarnya. Untuk itu wanita yang akrab disapa June ini lantas mendirikan Kopi Bar pada Juli 2014.

Coffee shop yang didirikan dengan konsep minimalis modern ini, menawarkan suasana dan pelayanan yang ramah kepada para pengunjungnya. Bahkan untuk lebih memanjakan konsumen pengelola juga menyediakan berbagai buku bacaan, majalah, komik, dan juga game station.

Coffee shop dengan konsep minimalis menawarkan suasana dan pelayanan yang ramah. Hal tersebut mereka lakukan karena tingkat persaingan di antara coffee shop di kawasan Depok cukup ketat, “Kami memang selalu berusaha untuk memahami dan memenuhi kebutuhan para konsumen. Jadi merespon perubahan selera pasar dilakukan secara cepat,“ tuturnya.

Kedai yang buka setiap hari dari pukul 11 siang sampai last order ini menyajikan minuman seperti café latte, cappucinno, machiato, café mocca americano, serta beberapa aneka teh. Semua bisa dipesan baik panas maupun dingin. Serta berbagai makanan ringan mulai dari sandwich, macaroni and cheese, spaghetti, dan waffle.

Harganya pun terjangkau, karena menurut June, dirinya sengaja mematok harga yang cukup terjangkau karena pangsa pasar mereka mayoritas adalah mahasiswa.

“Namun kami tidak mengorbankan kualitasnya,“ jelasnya.

Sehingga untuk itu June tetap optimis bahwa bisnis coffee shop di Kota Depok akan dapat terus berkembang, selama masih banyak warga dan anak muda yang mencari tempat minum kopi yang lebih fancy dan nyaman untuk berkumpul bersama teman atau saudara.

Kini, coffee shop yang ada di Depok kian beragam. Mulai dari mengandalkan konsep suasana ruangan yang nyaman untuk berlama-lama hingga sajian kopi yang menggugah selera.

Tak hanya itu, sajian kopi ternyata juga nikmat dengan campuran buah segar. Salah satunya ada di kedai kopi TOD yang berlokasi di Margonda. Sejak didirikan enam bulan lalu, kedai kopi ini sudah memiliki banyak konsumen tetap. Kedai kopi ini cukup unik karena mempunyai tempat yang cukup nyaman, dengan bentuk kedai yang menyerupai gerobak angkringan seperti yang ada di daerah Solo dan Yogyakarta.

Keunikan lain ada pada namanya yang merupakan kepanjangan dari Tongkrongan Orang Depok (TOD).

“Tempat ini kita desain senyaman mungkin seperti angkringan di Yogyakarta agar para pengunjung bisa berkumpul bersama tanpa memandang status social,” papar Rio Sepyo Nugroho selaku pemilik.

Sebagai sebuah tempat nongkrong kebanyakan anak muda Depok, TOD menawarkan beragam minuman kopi dengan harga yang cukup terjangkau bagi berbagai kalangan. Untuk segelas minuman kopi di sini pengunjung hanya perlu membayar tidak lebih dari Rp 10 ribu saja.

Variasi minuman yang ditawarkan juga cukup banyak mulai dari kopi orisinal, kopi alpukat, hingga kopi dengan aneka rasa seperti cappuccino, black forest, vanilla latte, dan masih banyak lagi. Hal tersebut dilakukannya untuk menarik konsumen agar mau mencicipi kopi buah buatannya.

“Dengan menawarkan variasi minuman kopi, saya rasa akan bisa menambah daya jual bisnis TOD, “jelasnya bersemangat.

Mayoritas pengunjung kedainya merupakan para mahasiswa dan anak muda, yang sering beraktivitas di sepanjang Jalan Margonda. Sehingga dia tetap optimis bahwa bisnis minuman kopinya akan tetap prospektif.

Ritual minum kopi bisa dibuat dengan beberapa cara. Bisa dengan cara sederhana yang dibuat sendiri di rumah, hingga menikmatinya secara ekslusif di berbagai coffee shop. Semuanya menawarkan cita rasa yang sama, yaitu cita rasa kopi yang nikmat.

Selain itu desain Coffe Shop seperti ruang keluarga membuat nyaman penikmat kopi. Lantas ada beberapa orang yang mencoba untuk meramu antara ritual minum kopi tersebut, dengan kenyamanan dan gaya hidup. Hasilnya, berdirilah coffee shop yang bernama Ranah Coffee di Margonda yang menghadirkan suasana yang berbeda seperti pada umumnya.

Menurut Muadzin Jihad selaku Pemilik Ranah Coffe, pihaknya sengaja membuat tempat minum kopi ini senyaman mungkin bagi para pengunjungnya. Karena itulah dia berusaha menggabungkan antara konsep vintage kedainya, dengan cita rasa aroma kopi yang menyegarkan.

Menikmati kopi yang disajikan sambil nongkrong terasa lebih bebas.

“Tempat ini sengaja didesain seperti ruang keluarga lengkap dengan perangkat furnitur lawas, dengan tujuan agar pengunjung merasa betah seperti berada di rumah sendiri,“ jelasnya lebih jauh.

Usaha tersebut cukup berhasil, karena hingga kini coffee shop miliknya sering dipakai sebagai tempat nongkrong berbagai komunitas yang ada di Kota Depok.

Dirinya berpendapat dengan semakin banyaknya orang yang berkumpul di sini, maka bisa didapat sebuah keuntungan promosi secara gratis.

“Sehingga Ranah Coffee akan semakin banyak pengunjung, dan mampu menaikkan omzetnya secara signifikan,“ ujarnya.

Selain menikmati kopi yang disajikan, pengunjung bisa juga bebas untuk nongkrong sepanjang waktu. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *