Wednesday , November 22 2017
Home / Nasional / Nuroji: Keanekaragaman Jadikan Indonesia Kaya Budaya

Nuroji: Keanekaragaman Jadikan Indonesia Kaya Budaya

depokklik.com — Anggota MPR RI, Ir. H. Nuroji mengatakan, perbedaan merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan Bangsa Indonesia yang memiliki banyak budaya dan etnis. Hal ini menunjukkan betapa kayanya Bangsa Indonesia akan budaya.

“Keanekaragaman membuat Bangsa Indonesia menjadi kaya akan tradisi dan budaya,” katanya Nuroji dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan di Depok, Sabtu 5 September 2015.

Dalam sosialisasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat tersebut, Nuroji mengingatkan, sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diselenggarakan MPR RI diharapkan mampu meningkatkan nilai-nilai kebangsaan, sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Oleh karena itu, konsep Bhineka Tunggal Ika akan sangat relevan untuk dapat dipertahankan dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tutur Wakil Ketua Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan itu.

Selanjutnya dalam sosialisasi tersebut, Nuroji mengingatkan berbagai elemen masyarakat untuk tidak menjadikan perbedaan menjadi muara konflik horizontal. Karena itu, setiap warga negara sepatutnya arif menyikapi perbedaan, baik suku maupun bahasa. “Dan, perbedaan harus dijadikan sebagai sebuah keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra ini juga menjelaskan, sosialisasi empat pilar kebangsaan sangat penting ditananamkan sejak usia dini di lingkungan keluarga. “Pasalnya, di era reformasi, sikap individualisme atau mementingkan diri sendiri semakin tumbuh subur di lingkungan masyarakat seiring tumbuhnya sikap skeptis terhadap Pancasila,” jelasnya.

Sementara itu berbagai fakta menunjukkan bahwa bergesernya nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ditandai dengan merosotnya akhlak dan moral bangsa. Hal ini seperti tercermin dalam perilaku yang lebih mengedepankan nilai-nilai individualisme, pragmatisme, dan liberalisme, sehingga menggerus nilai-nilai gotong-royong, musyawarah mufakat, toleransi, serta persatuan dan kesatuan.

Adanya masalah tersebut Nuroji mengingatkan, perlunya perwujudan empat pilar kebangsaan Indonesia yang menjadi dasar kekuatan harus segera diimplementasikan dalam perwujudan yang lebih konkret dan nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Walaupun demikian, Nuroji menyadari bahwa perwujudan hal tersebut masih jauh dari sempurna, dan tidak cukup dengan sosialisasi untuk masyarakat menemukan dan mengembalikan jati diri bangsa ini lagi. Butuh waktu dan kemauan masyarakat Indonesia yang kuat untuk mengembalikan jati diri bangsa.

“Tapi, kami yakin Bangsa Indonesia akan menjadi bangsa besar yang bisa merajai dunia, apabila kembali lagi ke Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 45, dan NKRI,” tegas Nuroji di akhir acara sosialisasi.

Hidup damai dan sejahtera merupakan sebuah harapan yang menjadi cita-cita seluruh anak bangsa. Hidup sesuai cita- cita perjuangan yang dilakukan founding father bangsa ini terhadap negeri tercinta sejak zaman dahulu. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, nilai-nilai yang menjadi dasar sikap dan menjadi karakter bangsa perlahan mulai memudar di kehidupan masyarakat.

Kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan dilaksanakan 2- 5 September 2015 di Depok, Jawa Barat. Sosialisasi merupakan yang pertama kali dilakukan DPR-MPR periode 2014-2019 di Kota Depok. (*)

Check Also

Jokowi Dikritik Soal Demokrasi ‘Kebablasan’

depokklik.com — Presiden Jokowi menyatakan praktik politik ekstrim sekarang ini lantaran demokrasi kita kebablasan ‘Demokrasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *