Wednesday , November 22 2017
Home / Depok / Nuroji: Lunturnya Pluralisme Picu Konflik di Masyarakat

Nuroji: Lunturnya Pluralisme Picu Konflik di Masyarakat

depokklik.com — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Nuroji mengatakan, jika pluralisme luntur karena tidak dikelola dengan baik, maka akan memicu gesekan selanjutnya menjadi konflik di masyarakat.

”Jika pluralisme ini tidak dikelola dengan baik, maka akan memicu gesekan di masyarakat. Hal itu juga akan dapat melunturkan nilai- nilai Pancasila, sehingga dapat memicu timbulnya gesekan dan berakhir konflik di masyarakat,’’ kata Nuroji dalam Seminar Sehari bertajuk, “Pluralitas Agama Dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika Sebagai Perekat Pemersatu Bangsa Indonesia,” di Depok, Sabtu (19/9/2015).

Selanjutnya Anggota Dewan dari Daerah Pemilihan Depok-Bekasi ini juga menjelaskan, peran keluarga dalam pengembangan pluralisme sangat penting, karena dalam keluarga bisa belajar mengenai toleransi.

”Dalam keluarga, orang tua selayaknya mengajarkan anaknya untuk bertoleransi dan tidak membeda-bedakan dalam hal apapun, baik adat istiadat, agama, dan lain sebagainya,” tegas putra asli Depok itu.

Selain itu, terangan Nuroji, pendidikan multi kultural perlu terus di kembangkan kepada anak-anak sekolah, mulai dari TK sampai dengan SMA.

“Sedangkan pada tingkat perguruan tinggi, internalisasi doktrin tentang nilai-nilai Pancasila juga terus disosialisasikan agar masyarakat semakin memahami pluralisme,” tegasnya.

Tak hanya itu, Wakil Ketua Komisi X yang membidangi pendidikan ini, lebih lanjut memaparkan bahwa Bangsa Indonesia memiliki latar belakang masyarakat yang multi kultur, maka pluralisme lebih tepat dikembangkan melalui pendekatan budaya dan tidak hanya melalui agama.

“Di sinilah peran dan fungsi budaya dalam mempersatukan bangsa dan negara adalah sangat penting untuk membangun komunikasi sosial. Misalkan antarumat beragama perlu membangun dialog dan komunikasi yang intensif guna menjalani hubungan persaudaraan yang baik sesama umat beragama, sehingga terbentuk sifat saling bertoleransi dan saling menghargai serta menghormati antarsesama agama,” terangnya.

“Dengan dialog akan memperkaya wawasan kedua belah pihak dalam rangka mencari persamaan-persamaan, dapat dijadikan landasan hidup rukun dalam suatu masyarakat, yaitu toleransi dan pluralistik,” katanya.

Menurut dia dalam perspektif kebhinekaan, pengakuan terhadap adanya perbedaan haruslah memperkaya khazanah pemikiran dalam membangun visi cita-cita kemanusiaan.

“Fakta menunjukkan bagaimana para pemimpin kita terdahulu dengan latar belakang agama yang berbeda-beda, mereka berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dengan satu tujuan merdeka dan membangun kesejahteraan rakyat Indonesia,” pungkasnya. (*)

Check Also

Nuroji: Demokrasi Kita Menghendaki Keadilan Segala Bidang

depokklik.com — Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Nuroji mengatakan dalam kehidupan berdemokrasi, tidak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *