Wednesday , November 22 2017
Home / Pedidikan / Mamato: Kehadiran Generasi Z Bawa Implikasi Terhadap Pendidikan

Mamato: Kehadiran Generasi Z Bawa Implikasi Terhadap Pendidikan

depokklik.com — Pemerhati masalah pendidikan, Rahmat “Mamato” mengatakan bahwa kehadiran Generasi Z dengan segala karakteristiknya yang amat kompleks membawa implikasi tersendiri terhadap pendidikan, karena itu kita tidak menghendaki generasi yang gagap teknologi dan kita juga tidak mengharapkan teknologi dipegang oleh “orang-orang yang salah”.

“Oleh karena itu, orang tua, guru, konselor dan para pendidik lainnya seyogyanya dapat membimbing dan memfasilitasi agar anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan jamannya dan dapat memanfaatkan kehadiran teknologi secara tepat dan benar. Bukan melarang mereka untuk menjadi generasinya, tetapi yang paling penting adalah upaya membelajarkan mereka untuk dapat hidup secara well adjustment,” jelas Mamato dalam pesannya kepada depokklik.com, Selasa (26/4/2016).

Selanjutnya, Alumni Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengingatkan, dalam belajar, anak Generasi Z cenderung menyukai hal-hal yang bersifat aplikatif dan menyenangkan. Metode pembelajaran yang dikembangkan harus mampu mengakomodasi kecenderungan cara belajar yang mereka miliki.

“Salah satunya melalui pendekatan Pembelajaran Berpusatkan Model (PBM) yaitu pembelajaran yang menggunakan model, perangkat yang dikonstruksi dan simulasi dinamika sistem untuk menghasilkan penyajian yang beragam untuk menolong siswa mengembangkan pengertian dari fenomena yang kompleks dan dinamis,” jelas Mamato.

Untuk mengakomodir kecenderungan anak Generasi Z dalam bermedia-sosial online, Mamato mengutip pemikiran Bukik yang menawarkan pemikiran kreatifnya tentang Twitter untuk Pendidikan yang kreatif. Disebutkan, bahwa men-tweet tidak sekadar menghafalkan pelajaran tetapi justru merupakan sebuah tantangan untuk menciptakan pelajaran.

“Proses men-tweet itu sendiri merupakan upaya menciptakan bangunan pemahaman. Otak tidak pasif, justru aktif melakukan penemuan dan penciptaan. Otak yang aktif ini merupakan tanda dari senyatanya pembelajaran,” tandas penggemar design grafis ini.

Selanjutnya, Mamato mengingatkan, tentu masih banyak hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam proses pendidikan anak generasi Z, yang intinya untuk memberdayakan dan membudayakan generasi Z.

“Yang intinya bermuara pada pelayanan pendidikan yang cocok dan tepat untuk memberdayakan dan membudayakan anak-anak generasi Z, di dalamnya membutuhkan kesadaran dan sikap arif dari para pendidik dalam menghadapi anak-anak generasi Z,” pungkasnya. (*)

Check Also

Lulusan Siswa Homeschooling Sama dengan Sekolah Formal

depokklik.com — Semula aktivitas sekolah rumah atau kerap dikenal dengan istilah homeschooling keberadaan dan legalitas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *