Wednesday , November 22 2017
Home / Nasional / Nuroji: Pancasila Perlu Disampaikan Secara Kreatif

Nuroji: Pancasila Perlu Disampaikan Secara Kreatif

depokklik.com — Pancasila dan nilai-nilai yang dikandungnya harus menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Supaya Pancasila tertanam dalam sanubari bangsa Indonesia, semestinya sosialisasi mengenai Pancasila dilakukan dengan cara-cara yang lebih kreatif.

“Pancasila itu ideolog terbuka dan hidup berkembang sesuai dengan sejarah dan perkembangan masyarakat Indonesia, oleh karenanya agar Pancasila mudah difahami dan menjadi bagian tak terpisahkan dari cara hidup orang Indonesia, maka sosialisasinya harus dilakukan dengan cara-cara yang lebih kreatif, agar dipahami dengan baik dan benar,” tutur Anggota MPR RI, Nuroji dalam sosialisasi keputusan MPR ini, Selasa (30/8/2016) di Depok.

Cara-cara kreatif dimaksud misalnya dengan menggunakan aplikasi yang bisa diunduh menggunakan fasilitas telepon pintar, karena teknologi sekarang sangat memungkinkan itu dilakukan.

“Ada lagi misalnya dengan menggunakan media permainan, sehingga tidak monoton dan terkesan kaku akibatnya masyarakat kurang tertarik mengikuti sosialsiasi mengenai Pancasila dan nilai-nilai yang dikandungnya. Dan yang lebih penting, dengan menggunakan nilai-nilai kearifan lokal,” tutur Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra ini.

Namun demikian, di era sekarang masyarakat diharapkan berhati-hati menerima informasi sebagai konsekuensi semakin canggihnya teknologi komunikasi seperti media sosial dan sejenisnya.

“Teknologi komunis di era sekarang berkembang sangat cepat dan makin canggih, tapi tetap hati hati dengan dampak negatifnya, misalnya saja penggunaan sosial media untuk menghasut dan melakukan provokasi berkaitan SARA. Karena itulah, nilai-nilai Pancasila bisa menjadi filter terhadap kecanggihan teknologi,” tegas Anggota Dewan Dapil Depok-Bekasi ini.

Selain itu, putra asli daerah Depok ini juga berharap penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, tidak sekadar seremonial semata. Seharusnya, penetapan tersebut dapat diamalkan secara kolektif semua elemen masyarakat, khususnya oleh pemerintah, dalam kehidupan sehari-hari

“Konsekuensi kolektif dari penetapan hari Pancasila ini semua elemen, terutama pemerintah harus lebih serius mengamalkan Pancasila dalam perilaku sehari-hari. Sila-sila Pancasila harus menjadi tolak ukur kepribadian dan karakter bangsa,” tandas Nuroji.

Nuroji juga mengingatkan pentingnya sosialisasi dilakukan terhadap kalangan yang strategis, yaitu Pemuda dan remaja.

“Pemuda dan remaja sangat penting untuk dijadikan sasaran sosialisasi. Jika tidak pemuda dan remaja yang memahami Pancasila lalu siapa lagi. Lama-lama Pancasila bisa hilang jika tidak dipahami dan diamalkan,”  tegas Nuroji.

Anggota Komisi X DPR RI ini juga mengingatkan, saat ini banyak paham atau gerakan yang bertolak belakang dengan Pancasila. Di satu sisi, pemerintah terkesan tidak memberikan perhatian serius dari pemerintah untuk menindak tegas.

“Contohnya, Komunisme dan gerakan LGBT yang mulai marak di Indonesia. LGBT sudah mendeklarasikan eksistensinya, tapi tidak ada tindakan keras atau hukuman kepada mereka padahal mereka jelas-jelas sangat mengingkari Pancasila,” tegas Nuroji mengingatkan.

Oleh karena itu, dengan adanya forum sosialisasi ini, Nuroji berharap para pemuda dan remaja tidak terpancing akan hasutan untuk mempertentangkan antara Agama dengan Pancasila. Sebab, di dalam Agama juga terkandung nilai-nilai Pancasila. Begitu sebaliknya.

“Sosialisasi mengajak semua kembali memahami nilai-nilai luhur bangsa dan Pancasila di dalamnya ada nilai-nilai agama,” ajak Nuroji. (*)

Check Also

Jokowi Dikritik Soal Demokrasi ‘Kebablasan’

depokklik.com — Presiden Jokowi menyatakan praktik politik ekstrim sekarang ini lantaran demokrasi kita kebablasan ‘Demokrasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *