Tuesday , May 22 2018
Home / Pedidikan / H. M. Mansyur: Sholat Itu Tiang Agama Islam

H. M. Mansyur: Sholat Itu Tiang Agama Islam

depokklik.com — Shalat  merupakan rukun Islam yang paling utama setelah dua kalimat syahadat.  Shalat ini mencakup berbagai macam ibadah, seperti: dzikir kepada Allah, tilawah Kitabullah, berdiri menghadap Allah, rukuk, sujud, do’a, tasbih dan takbir. Karena itu, sholat menjadi tiang bagi agama (Islam)

“Sholat itu adalah tiang agama (Islam), maka barang siapa mendirikannya maka sungguh ia telah mendirikan agama (Islam) itu dan barangsiapa merobohkannya maka sungguh ia telah merobohkan agama (Islam) itu,” tutur H.M. Mansyur dalam Kajian Hadist Riyadhus Sholihin, Jum’at Shubuh, 23 Februari 2018, di  Masjid Baiturrahim, Perum Taman Cipayung, Kota Depok.

Begitu penting dan tingginya kedudukan shalat dalam Islam, sampai-sampai Rasulullah SAW menjadikannya sebagai pembeda antara mukmin dan kafir. Rasulullah SAW menegaskan bahwa “Perjanjian antara Aku dan mereka adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya, maka telah berbuat kekafiran.”

Selanjutnya H.M. Mansyur menjelaskan, pertama yang dihisab di hari qiamat adalah sholat, bila sholatnya baik, amalan yang lain akan baik. Ini menunjukkan bahwa sholat menempati kedudukan tinggi dalam Islam.

“Seluruh syariat yang dibawa para rasul adalah menganjurkan umatnya untuk menunaikan sholat. Hal ini dapat dilihat dalam firman Allah SWT Surat Ibrahim ayat 40, yang merupakan Do’a Nabi Ibrohim AS ‘Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak-cucuku, orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankan do’aku,” tutur Dosen Institut STAMI ini.

Selain itu, Nabi Ismail AS diminta oleh Allah dalam Surat Maryam ayat 55 bahwa ia menyuruh ahlinya untuk shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Rabbnya.

Nabi Musa AS pun dalam Surat Thaha ayat 14 mengingatkan pesan Allah, ‘Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Ilah (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.’ Sedangkan Nabi Isa AS dalam Surat Maryam ayat 31menceritakan nikmat yang diperolehnya dalam Al Qur’an ‘Dan Dia menjadikan aku seorang yang berbakti di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.’

Sedangkan Nabi Muhammad SAW dalam Surat Thaha ayat 132 mengingatkan pesan Allah ‘Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kamilah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa.’

Untuk hukum sholat berjamaah, Masnur menjelaskan bahwa shalat jama’ah disyari’atkan dalam Islam. Akan tetapi para ulama berselisih pendapat tentang hukumnya.

“Ada 4 pendapat, pertama, hukumnya fardhu kifayah. Hal ini berdasarkan pendapat Imam Syafi’i, Abu Hanifah, jumhur ulama Syafi’iyah mutaqaddimin (terdahulu, peny.), dan banyak ulama Hanafiyah maupun Malikiyah,” tuturnya.

Hukum fardhu kifayah tersebut dasarnya adalah Hadits yang artinya, ‘Tidaklah ada tiga orang dalam satu perkampungan atau pedalaman tidak ditegakkan pada mereka shalat, kecuali Syaithan akan menguasainya. Berjama’ahlah kalian, karena serigala hanya memangsa kambing yang sendirian.’ Selanjutnya, dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Shalat berjama’ah mengungguli shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.’

Yang kedua, hukumnya syarat, tidak sah shalat tanpa berjama’ah, kecuali dengan udzur. Hal ini merupakan pendapat dzahiriyah dan sebagian ulama hadits. Pendapat ini didukung oleh sejumlah ulama, di antaranya: Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Ibnu Aqil, dan Ibnu Abi Musa.

Dengan mendasarkan pada Hadits bahwa ‘Barangsiapa yang mendengar adzan lalu tidak datang, maka tidak ada shalat baginya kecuali karena udzur.’

‘Demi Dzat yang jiwaku ada ditanganNya, sungguh aku bertekad meminta dikumpulkan kayu bakar. Lalu dikeringkan (agar mudah dijadikan kayu bakar). Kemudian aku perintahkan shalat, lalu ada yang beradzan. Kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat, dan aku tidak berjama’ah untuk menemui orang-orang (lelaki yang tidak berjama’ah), lalu aku bakar rumah-rumah mereka.’

Yang ketiga, hukumnya sunnah muakkad. Hal ini merupakan pendapat madzhab Hanafiyah dan Malikiyah. Imam Ibnu Abdil Barr menisbatkannya kepada kebanyakan ahli fiqih Iraq, Syam dan Hijaj.

“Dasarnya adalah Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, bahwa Rasulullah bersabda, ”Shalat berjama’ah mengungguli shalat sendirian dua puluh tujuh derajat,” jelas Mansyur.

Sesungguhnya, orang yang mendapat pahala paling besar dalam shalat ialah yang paling jauh jalannya, kemudian yang lebih jauh. Orang yang menunggu shalat sampai shalat bersama imam, lebih besar pahalanya dari orang yang shalat, kemudian tidur. Dalam riwayat Abu Kuraib, (disebutkan): sampai shalat bersama imam dalam jama’ah.

Kemudian yang keempat, hukumnya wajib ‘ain (fardhu ‘ain) dan bukan syarat. Hal ini merupakan pendapat dari Ibnu Mas’ud, Abu Musa Al Asy’ariy, Atha’ bin Abi Rabbah, Al Auza’i, Abu Tsaur, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, sebagian besar ulama Hanafiyah dan madzhab Hambali.

“Mereka merujuk pada firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ayat 43, ‘Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’. Ayat di atas merupakan perintah. Kata perintah menunjukkan maksud kewajiban shalat berjama’ah. Kedua ayat di atas, terdapat kata perintah yang menunjukkan kewajiban shalat berjama’ah,” jelas  Kepala Kerjasama dan Pengembangan Institut STAMI ini.

Dengan demikian jelaslah, shalat jama’ah hukumnya fardhu ‘ain.” Seorang buta mendatangi Nabi SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai seorang yang menuntunku ke masjid,” lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah SAW sehingga dibolehkan shalat di rumah. Lalu Beliau SAW memberikan keringanan kepadanya. Ketika ia meninggalkan Nabi SAW, langsung Rasulullah memanggilnya dan bertanya, “Apakah engkau mendengar panggilan adzan shalat?” Dia menjawab,“Ya.” Lalu Beliau berkata, “Penuhilah!”. (is/syur)

Check Also

Masjid Baiturrahim Didik Anak Lewat Dongeng

depokklik.com — Cara yang paling tepat dan efektif untuk mendidik anak lewat media dongeng atau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *