Tuesday , August 14 2018
Home / Pedidikan / Ustadz Fahmi Basyir: Mencari Teman Untuk Menuju Surga

Ustadz Fahmi Basyir: Mencari Teman Untuk Menuju Surga

depokklik.com — Diawali dengan tayangan video tanpa suara,  dalam Kajian Islam Remaja Masjid Malam Ahad yang bertemakan ‘Pertemanan Dalam Islam’ di Masjid Baiturrahim, Perumahan Taman Cipayung, Kota Depok, Ustadz Fahmi Basyir mencoba untuk mengajak anak-anak muda mengambil pelajaran Kehidupan Remaja di Kota Metropolitan.

Intinya, ada remaja yang tindakannya negative, seperti tawuran antarpelajar, dan minuman keras. Namun demikian, tidak sedikit remaja yang sangat positif tingkah lakunya, seperti aktif dalam kegiatan Masjid, tahfizhul qur’an, ada yang 1 juz, 5 juz, dan ada yang 30 juz.

“Timbul pertanyaan, bagaimana cara memilih teman dalam Islam? Bila salah pilih, bisa lupa segalanya ya. Lupa orang tua, saudara, sampai berpisah memilih jalan hidup sendiri,” tutur Ustadz Fahmi terlihat ekspresif.

Selanjutnya praktisi pendidikan Islam itu menjelaskan, ada juga remaja yang baik, yang membanggakan orang tua, bisa jadi contoh seperti dalam tayangan video tadi, hafal al qur’an, dengan hafal Al Qur’an, maka akan menjadi keluarga Allah, dan akan dapat memberi jubah orang tua saat di akherat nanti, karena selalu berinteraksi dengan Al Qur’an.

“SD, SMP, SMA ada yang sudah hafal beberapa juz, bahkan sudah hafal Al Qur’an, bahkan hafal beberapa hadist, dengan demikian pasti anak itu akhlaknya baik. Karena itu, remaja yang sukses yaitu yang pandai memilih teman,” tandasnya.

Selanjutnya, Ustadz Fahmi dengan metode interaktif mencoba melempar pertanyaan pada remaja, “Sekarang ada tugas yang harus dijawab, siapkan kertas dan alat tulis: pertama, apa yang paling kamu sukai saat bermain dengan teman, umpama paling suka diajak main bola dll. Kedua, apa yang paling tidak suka saat bermain dengan teman. Ketiga, ada berapa teman yang paling dekat dengan kamu, cukup jumlahnya saja,” tutur Ustadz Fahmi.

Utadz Fahmi melempar pertanyaan selanjutnya, keempat, paling suka bermain di rumah atau di luar rumah? Kelima, pernahkah disakiti oleh teman? Keenam, apa yang dilakukan saat disakiti oleh teman kamu? Dan ketujuh, pernahkah memberi hadiah pada teman, seperti mentraktir teman, kapan terakhir kali?

Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, Ustadz Fahmi menegaskan bahwa Islam mengatur segala kehidupan manusia, bila teman baik akan berpengaruh baik, sebaliknya jika berteman dengan yang anak buruk maka akan cepat jadi buruk.

Dengan mengutip sabda Nabi Muahmmad SAW riwayat Ahmad, dijelaskan bahwa seorang itu tergantung teman dekatnya, maka hendaklah setiap kalian memperhatikan setiap yang akan ia jadikan teman dekatnya.

“Hadist lain yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim menjelaskan bahwa perhatikan teman baik dan teman buruk, teman baik diibaratkan penjual minyak wangi dan teman buruk diibaratkan pandai besi. Dengan memiliki teman seorang penjual minyak wangi minimal kita bisa kena baju dan kena bau wanginya. Sementara berteman dengan tukang besi, minimal akan kena bau asapnya, bahkan bisa kena percikan api,” tutur Ustadz Fahmi mencontohkan.

Salah satu Surat dalam Al Qur’an yaitu Surat Lukman, ditegaskan. “Kata Lukman Hakim: Wahai anakku, setelah kamu beriman kepada Allah, carilah teman yang baik, seperti pohon, bisa berteduh, buahnya bermanfaat untuk bisa dimakan,” lanjut Ustadz Fahmi.

Setelah cari teman, lanjut Ustadz Fahmi, bagaiman menjaga komunikasi dan silaturahmi. Kata Ulama: Salamatul Insan, fihifdzil lisan, artinya selamatnya manusia itu tergantung ucapannya atau lesannya. “Karena itu, silaturahmi bisa panjangkan umur yang berarti umur bermanfaat, dan diperluas rezeki,” tuturnya.

Kemudian, lanjut Ustadz Fahmi, saling memberi hadiah. Dalam Hadist riwayat HR Thabrani dijelaskan: “Dari Anas “Hendaklah kamu saling memberi hadiah, karena hadiah itu dapat mewarisi rasa cinta dan menghilangkan kebencian hati.”

Selanjutnya, jangan saling curiga, Jangan saling menghasut dan tahasut. Bila ada berita buruk tentang teman, jangan langsung percaya, cek dulu dan bila betul buruk harus ditutupi keburukan teman jangan disebar luaskan.

“Dalam Alquran Surat Al Hjjurat ayat 6 Allah berfirman: ‘Hai orang beriman jauhilah prasangka’,” tuturnya mengingatkan.

Terakhir, perlunya berteman karena Allah, bukan karena motif lain.

Selanjutnya, dalam pengajiannya, Ustdaz Fahmi, sebagai penutup ditayangkan video tentang berteman dengan orang sholeh bisa memasukkan ke surge. Artinya, teman yang baik dapat mengajak teman yang sama sama baik ke dalam surga-Nya Allah SWT. (is/syur)

Check Also

Masjid Baiturrahim Didik Anak Lewat Dongeng

depokklik.com — Cara yang paling tepat dan efektif untuk mendidik anak lewat media dongeng atau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *