Tuesday , August 14 2018
Home / Pedidikan / Ustadz Kuat Sukardiono: Untuk Husnul Khotimah, Manusia Harus Ingat Mati

Ustadz Kuat Sukardiono: Untuk Husnul Khotimah, Manusia Harus Ingat Mati

depokklik.com — Berbahagialah hamba-hamba Allah yang senantiasa bercermin dari kematian. Tak ubahnya seperti guru yang baik, kematian memberikan banyak pelajaran, membingkai makna hidup, bahkan mengawasi alur kehidupan agar tak lari menyimpang.

Nilai-nilai pelajaran yang ingin diungkapkan guru kematian begitu banyak, menarik, bahkan menenteramkan. Di antaranya adalah apa yang mungkin sering kita rasakan dan lakukan.

“Husnul Khotimah adalah suatu yang amat besar, sesuatu yang didambakan bagi setiap hamba Allah, karena setiap manusia pasti mengalami kematian. Jadi kalau pagi ini kita bicarakan tentang kematian adalah suatu hal yang pasti dan hal hal apa yang menyertainya untuk  menuju husnul khotimah,” tutur Ustadz Kuat Sukardiono, dalam Kajian Aqidah Ahad Shubuh, 25 Februari 2018, di Masjid Baiturrahim, Perumahan Taman Cipayung, Kota Depok.

Ustadz Kuat menjelaskan, Malaikat Jibril menyampaikan kepada Nabi Muhammad SAW “‘isyma syi’ta, silahkan manusia berbuat apa saja di dunia ini, tapi ingat pasti manusia akan mengalami kematian,  silahkan manusia berbuat sesuatu, tapi ingat semua itu pasti ada balasannya.

“Silahkan manusia mencintai apa saja di dunia ini, pasti akan memisahkan kamu. Kemuliaan orang Mukmin adalah berdirinya dia pada malam hari untuk sujud kepada Allah (qiyamul lail) dan kepercayaan adalah ketidakbutuhannya terhadap manusia,” jelasnya.

Dalam Hadist Riwayat Ibnu Majah dijelaskan, jadilah manusia yang paling utama dan cerdas. Mukmin yang paling utama adalah “ahsanuhum khuluqo” paling baik akhlaqnya dan manusia yang paling cerdas adalah “ahsanuhum Lilmaiti” banyak mengingat mati dan yang paling baik dalam mempersiapkan mati. Itulah yang paling cerdas.

“Manusia dalam perjalanan hidupnya, ada yang lahir langsung meninggal, ada yang sampai berumur 20 tahun, 30 tahun, bahkan 70 tahun lebih baru meninggal. Di sinilah diperlukan husnul khotimah, yaitu bertaubatlah sebelum ajal tiba,” tutur Ustadz Kuat.

Untuk menggapai husnul khotimah, menurut Ustadz Kuat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan;

Pertama, “Islaamiyyatul hayyah“. Dalam Sholat Jum’at, Khotib selalu mengingatkan matilah dalam keadaan mukmin. Ada kisah yang dialami Ahmad bin Hambal saat akan mati, digoda syaithon untuk tidak mengucapkan kalimat “laaila haillaallah“, pada saat yang sama anak beliau membimbing untuk mengucapkan kalimat tersebut, Jawab Ahman bin Hambal “tidak” jawaban inilah nembuat anaknya heran.

“Pada saat Ahmad bin Hambal sadar, menceritakan kepada anaknya mengapa mengucapkan ‘tidak’, karena saat yang sama itu digoda oleh syaithon untuk tidak mengucapkan ‘lailaha illaallah’. Di sinilah bukti bahwa syaithon selalu menggoda manusia selama nyawa masih ada, karena itulah bertaqwalah di mana engkau berada,” jelas Ustadz Kuat.

Kedua, mewaspadai hal hal yang bisa menghalangi kita dari Husnul Khotimah. Meninggalkan kewajiban berjuang, meninggalkan kalimat Allah dimuka bumi, termasuk dalam memilih pemimpin.

Ketiga, ‘Katsrotud du’aa’. Jujurlah dalam meminta atau berdoa kepada Allah, seperti tetapkanlah keimanan selalu dalam hati. Doa lah setiap selesai sholat “salamatan fiddin……mudahkan dalam sakaratul maut” dan mohon selalu untuk husnul khotimah.

Keempat, Husnuzh-zhon billahi. Sebaik baik husnuzhon adalah prasangka baik terhadap Allah. Sebagaimana dalam hadist qudsi bahwa Allah akan ngikuti sangkaanku pada hambaku. Sesuatu yang tertunda yang kita inginkan, pasti Allah punya rencana yang lebih baik.

Kelima,  memperbanyak dzikir “laa iraha illah: Inilah harga syurga. Dengar orang adzan asyhadualla ilahaillah, jawab lah engkau terbebas dari neraka “khorojta minannar”.

“Saat mau meninggal atau sebelum meninggal ucapkanlah ‘lailahaillah’, masuk syurga,” tutur Ustadz Kuat mengingatkan.

Nabi Muhammad SAW mengingatkan, segeralah melakukan kebaikan setelah melakukan dosa akan berlipat menjadi10 kebaikan semisal. “Afdlolul dzikir fa’lam annahu lailahaillah,” tuturnya.

Kemudian keenam, Al Istiqomah: yang berarti komitmen dengan nilai nilai agama. “Istiqomah dengan al qur’an dan sunnah dan Istiqomah bersama kaum muslimin,” pungkasnya. (is/syur)

Check Also

Masjid Baiturrahim Didik Anak Lewat Dongeng

depokklik.com — Cara yang paling tepat dan efektif untuk mendidik anak lewat media dongeng atau …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *