Wednesday , April 25 2018
Home / Pedidikan / Ustadz Farghob: Memahami Bacaan Surat Al Lahab dan Al Falaq

Ustadz Farghob: Memahami Bacaan Surat Al Lahab dan Al Falaq

depokklik.com — Dalam pelajaran Kajian Tajwid Surat Al Lahab dan Surat Al Falaq, Ketua DKM Masjid Baiturrahim, Perumahan Taman Cipayung, Kota Depok, Ustadz Farghob Mushonif Affan memulai dengan Surat Al Lahab yang mempunyai arti yang menyala-nyala, yaitu wajahnya Abu Lahab menyala-nyala bagai api neraka.

Menurut Farghob, kesalahan yang sering terjadi dalam membaca Surat Al Lahab adalah pada ayat pertama saat membaca “watabb”, seharusnya dibaca doubleba’”, sedikit ditahan, tidak dibaca satu “b” dan tidak dipanjangkan saat membacanya, kalau dipanjangkan maknanya berubah menjadi taubat.

“Kesalahan yang sering terjadi paada saat kita membaca ayat pertama, pada saat membaca “watabb”, seharusnya dibaca double “ba”,” sedikit ditahan, tidak dibaca satu “b” dan tidak dipanjangkan saat membacanya, kalau dipanjangkan maknanya berubah menjadi taubat,” tutur Ustadz Farghob, Kamis Subuh 1 Maret 2018.

Selanjutnya dalam membaca maa”aghna” sering dibaca “g” saja, yang benar adalah “gh” huruf tenggorokan, bukan qolqolah atau memantul.

“Yang perlu diperhatikan juga, saat kita membaca maa”aghna” sering dibaca “g” saja, yang benar adalah “gh” huruf tenggorokan, bukan qolqolah atau memantul,” tandas Ustadz Farghob memperbaiki.

Selanjutnya ketika kita membaca “sayashlaanaa”, sering kesalahan dengan dibaca hanya ‘sin’ sebenarnya adalah “shod”.

“Yang kadang tidak kita sadari, saat membacaan “sayashlaanaa”, sering kesalahan dengan dibaca hanya ‘sin’ sebenarnya adalah “shod”,” ucap Farghob mengingatkan.

Sementara itu untuk Surat Al Falaq, menurut Ustadz Farghob, kesalahan yang sering terjadi adalah saat membaca qul “a-u” atau hamzah saja yang benar adalah qul “a’u” yaitu ‘ain.

“Kemudian saat membaca qul “a-u” atau hamzah saja yang benar adalah qul “a’u” yaitu ‘ain. Inilah yang harus menjadi perhatian kita,” tuturnya.

Selanjutnya Farghob menjelaskan, untuk menambahkan huruf hamzah pada huruf terakhir ayat pertama “falaq” bukan “falaq-e” yang benar adalah menambah seakan akan menambah “u” atau qolqolah.

“Berkaitan dengan menambah huruf hamzah pada huruf terakhir ayat pertama “falaq” bukan “falaq-e” yang benar adalah menambah seakan akan menambah “u” atau qolqolah yang berarti dipantulkan,” papar Farghob.

Ustadz Farghob menunjukkan pada bacaan “wamin syarri”, kesalahan yang sering terjadi dibaca “sarri” sin kecil yang benar adalah “syarri”.

“Kesalahan dalam membaca ”wamin syarri”, kesalahan yang sering terjadi dibaca “sari” sin kecil yang benar adalah “syarri”,” pungkasnya. (is/syur)

Check Also

Ustadz Zaenal Muttaqin: Mencapai Kebaikan Dalam Hidup

depokklik.com — Beruntunglah seseorang yang bisa mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat. Banyak manusia hanya memiliki …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *