Wednesday , September 18 2019
Home / Uncategorized / Nuroji: Pendidikan Demokrasi Perlu Diajarkan Sejak Usia Dini

Nuroji: Pendidikan Demokrasi Perlu Diajarkan Sejak Usia Dini


depokklik.com – Sosialisasi demokrasi pada anak usia dini adalah proses yang memungkinkan bagi seorang anak memperoleh pengetahuan, kepercayaan-kepercayaan, dan sikap demokratisnya menghadapi segala perbedaan dalam masyarakat  multikultural. Oleh karena itu, mengajari anak berdemokrasi berarti mengalirkan seperangkat nilai-nilai demokrasi sebagai dasar filsafat hidup bahwa pribadi manusia adalah makhluk bebas dan sederajat dengan sesamanya.
 
Hal ini penting dilakukan untuk pembentukan watak dan karakter anak agar bertumbuh menjadi manusia berkualitas, berkepribadian, serta bertoleransi dalam kehidupan bersama kelak.
 
Pendidikan demokrasi perlu diajarkan sejak dini. Pun pengajarannya tak perlu melalui pendidikan formal. “Pendidikan demokrasi bisa ditularkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah,” kata Anggota MPR RI dari Fraksi GERINDRA, Nuroji dalam Sosialisasi Keputusan MPR RI yang dilaksanakan pada hari Senin 21 Januari 2019 di Kota Depok.
 
Ia menjelaskan prinsip utama demokrasi, menghargai dan menghormati perbedaan. Menurutnya, prinsip itu harus menjadi bagian karakter anak. Nuroji menjabarkan sejumlah cara memberikan pendidikan demokrasi kepada anak. Pertama, mengajak anak menghargai perbedaan. Ia berujar anak harus memahami perbedaan bukan berarti memiliki kesalahan.
 
Ia mengatakan orang tua dapat mengajarkan anak menyikapi perbedaan dengan tenang dan lapang. Ia mencontohkan, orang tua dapat memberitahu anak bahwa mendengarkan teman bicara adalah hal baik, saat mereka bertemu teman gemar berbicara. Pun orang tua harus memberi pujian saat anak senang mendengarkan temannya berbicara. Orang tua, ia melanjutkan, bisa mengatakan pendengar baik, memiliki banyak teman.
 
Kedua, mengajarkan tanggung jawab. Menurutnya, sikap ini dapat diajarkan dengan memberi tugas ringan pada anak, seperti, merapikan mainan. Nuroji meyakini, pengajaran itu membuat anak paham, setiap tindakannya memiliki konskuensi tanggung jawab. Ketiga, tidak menghakimi.
 
Nuroji mengatakan orang tua harus mulai mengajarkan, setiap orang tidak boleh menghakimi dan menilai orang lain hanya dari satu sisi. Ia berujar, orang tua dapat mencontohkan bagaimana berbagi tanpa memandang bulu.
 
Keempat, memberikan contoh. Nuroji mengingatkan anak adalah sosok paling mudah menerika pelajaran dari melihat, mendengar, dan merasakan. Ia mengingatkan, keluarga adalah lingkungan sangat berpengaruh memberikan pendidikan demokrasi pada anak.
 
“Orang tua sejak dini dapat memberikan teladan yang baik bagi anak,” ujarnya. (is)

Check Also

Nuroji: Semangat Kebangsaan Mampu Atasi Derasnya Informasi

depokklik.com — Derasnya informasi yang sedemikian bebas sejalan dengan kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi, telah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *