Wednesday , June 23 2021
Home / Nasional / Nuroji: Mas Menteri Nadiem Perlu Persiapan Matang untuk Buka Sekolah Tatap Muka

Nuroji: Mas Menteri Nadiem Perlu Persiapan Matang untuk Buka Sekolah Tatap Muka

depokklik.com — Mas Menteri Nadiem, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (MendikbudNadiem Makarim mewacanakan untuk memulai proses pembelajaran tatap muka di sekolah maupun kampus pada tahun ajaran baru Juli 2021 mendatang.

Nadiem menjelaskan, rencana tersebut diharapkan bisa terwujud mengingat saat ini para guru dan dosen mulai disuntik vaksinasi Covid-19. “Semua guru dan dosen, 5 juta lebih dari mereka harapannya Insya Allah akan divaksinasi sampai dengan akhir bulan Juni, sehingga tahun ajaran baru semua sekolah memulai proses tatap muka walaupun dengan tahap terbatas,” kata Nadiem dalam siaran daring, Senin, 1 Maret 2021.

Menanggapi rencana Mendikbud, Anggota MPR RI yang juga Anggota Komisi X DPR RI yang membidangi masalah pedidikan, Nuroji mengatakan, apa yang direncanakan Mendikbud Nadiem perlu lebih berhati-hati dan persiapan yang lebih matang jika akan membuka sekolah secara tatap muka.

“Mas Menteri Nadiem perlu hati-hati untuk mulai membuka kembali sekolah tatap muka Juli 2021 mendatang. Artinya, Mendikbud harus melakukan kalkulasi terhadap rencana ini dengan memperhatikan penyebaran virus corona yang belum sepenuhnya dapat dikendalikan,” tutur Nuroji dalam Sosialisasi Hasil Keputusan MPR RI, di Depok, Rabu 10 Maret 2021.

Pasalnya, menurut Nuroji, sampai saat ini, angka kasus Covid-19 masih terus bertambah secara siginifikan di Indonesia. Meskipun guru-guru dan tenaga kependidikan divaksinasi, tidak berarti masih aman bagi guru dan anak didik.

“Saya rasa itu terlalu prematur. Kenapa saya katakan begitu? Yang pertama adalah apakah negara mampu menyelesaikan vaksinasi terhadap lima juta guru, tenaga kependidikan dan dosen dalam waktu kurang lebih dalam empat bulan? Sedangkan kita bulan April sampai Mei kita puasa kan?” ujar Nuroji.

Namun demikian, Nuroji mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 membuat pembelajaran dilakukan secara daring. Meski pembelajaran secara daring ini banyak mengalami kendala, masih dianggap jalan terbaik. Pembelajaran daring atau disebut juga PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) menjadi solusi terbaik agar proses pendidikan tetap berlangsung sekaligus menghindari murid-murid terkena virus yang belum ada obatnya ini.

“Masih banyak guru yang kesulitan mengajar secara daring. Orang tua murid juga kewalahan saat mendampingi PJJ. Akibatnya, banyak murid-murid yang menurun prestasi belajarnya.

Pembelajaran yang dilaksanakan secara daring juga menimbulkan banyak dampak negatif. Dampak negatif pembelajaran daring yaitu pertama, pembelajaran daring dinilai kurang efektif dan efisien,” jelas Nuroji.

Pembelajaran melalui daring membutuhkan usaha para siswa dan mahasiswa dalam memahami materi dan konsep yang disajikan dan disampaikan melalui video, powerpoint, dan kelas online.

“Kedua, keterampilan dalam penggunaan teknologi. Masih banyak pihak pengajar maupun yang diajar mengalami kebingungan dalam menggunakan media pembelajaran seperti Zoom, Google classroom, Google meet, dan lain sebagainya,” tambahnya. (*)

Check Also

Nuroji: Maknai Sumpah Pemuda Sesuai Perkembangan Jaman

  depokklik.com — Sumpah Pemuda yang merupakan konsensus pemuda Indonesia dalam Kongres Pemuda Kedua yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *