Home / Pedidikan / PETUALANGAN FARHAN Di arah Barat

PETUALANGAN FARHAN Di arah Barat

Oleh: Agha Abitha Ismanto

depokklik.com — Farhan yang sudah berpamitan dengan Nugro langsung bejalan menuju Barat. Dia membawa sebuah peta yang menggambarkan seluruh dunia.

Dia memulai perjalanan dengan berjalan ke Desa Bartos, di sepanjang perjalanan dia melihat banyak sekali hewan liar yang berkeliaran. Dari rumah Nugro ke Desa Bartos memerlukan waktu yang cukup lama, kira-kira 6 jam waktu perjalanan. Dia mulai berjalan pada saat pagi hari dan dia sampai ke Desa Bartos pada sore hari.

Sesampainya di Desa Bartos, Farhan melihat para penduduk yang sangat kelaparan. Orang-orang tergeletak di pinggir jalan sambil menahan rasa lapar dan haus. Farhan yang melihat keadaan desa itu merasa ada yang aneh, Farhan pun langsung bertanya kepada salah satu penduduk di sana.

”Permisi Pak, apa yang sebenarnya terjadi dengan desa ini? Mengapa banyak orang yang begitu kelaparan?” tanya Farhan.

Bapak itu pun menjawab, “Desa ini dilanda kelaparan sejak 2 bulan yang lalu. Lahan kami tiba-tiba mengering dan sungai juga ikut mengering. Sejak hal itu terjadi para penduduk mulai putus asa, banyak yang berimigrasi dan tidak sedikit juga yang menetap. Saya masih belum tahu bagaimana ini bisa terjadi,” kata si bapak tua.

Farhan yang mendengar hal itu langsung bertanya lagi. “Pak di mana letak sungai yang mengairi desa ini? Dan apakah desa ini memiliki tetangga yang menggunakan sumber air yang sama?” tanya Farhan.

Bapak tua itu menjawab, ”Kamu jalan menuju balai desa dan kamu belok kanan, lalu kamu akan melihat sungai yang kering di sana. Jika kamu menanyakan desa ini memiliki tetangga atau tidak, ya desa ini memiliki tetangga, yaitu Desa Latos. Desa itu berada di depan kami, kamu bisa ke desa tersebut dengan berjalan melawan arus sungai itu, lalu kamu akan melihat Desa Latos,” kata si pak tua.

Farhan yang mendengar hal itu langsung bergegas menuju balai desa lalu langsung berlari ke sungai. Sesampainya di sungai dia melihat sungai yang sangat kering dan sudah terlihat seperti parit. Farhan pun langsung berjalan melawan arah dengan sungai tersebut. Lalu sesampainya di Desa Latos, Farhan sangat heran melihat desa latos yang begitu subur,”Mengapa desa ini begitu subur sedangkan desa sebelah mereka kekeringan?” kata Farhan.

Farhan pun langsung bergegas mencari penyebab hal itu tejadi. Farhan berlari mengkuti aliran sungai yang sangat deras, padahal sebelumnya sungai itu sangat kering. Farhan yang dari kejauhan melihat suatu keanehan, seperti ada sebuah makhluk yang besar memblokir jalur air ke Desa Bartos. Farhan langsung mendekati makhluk tersebut.

Farhan yang sudah sangat dekat dengan hewan tersebut sangat kaget, bahwa yang membuat Desa Bartos kekeringan adalah makhuk yang sebenarnya baik hati. Dia adalah seekor berang-berang raksasa, harusnya hewan seperti itu tidak berani menggangu orang-orang.

Farhan pun mencoba melihat lebih dekat dan lebih teliti. Farhan yang melihat sesuatu berkata, “Berang-berang ini sangat aneh, mengapa ia mau memblokir sumber air orang-orang?”tanya Farhan.

Farhan pun terkaget, “Hah, apa itu! Mengapa mata si berang-berang berwarna merah? Sepertinya ada seusatu yang tidak beres”.

Farha pun langsung mencari cara apa yang harus dia lakukan. Akhirnya dia memutuskan untuk membunuh si berang-berang, dia mengambil panah dan langsung menembakkan anak panahnya tepat pada jantung si berang-berang.

Farhan yang berhasil membunuh si berang-berang langsung menghancurkan kayu yang menghalangi aliran air. Setelah itu Farhan pun langsung kembali ke Desa Bartos. Nampak air sudah mengalir kembali dan Farhan melanjutkan perjalanan setelah bermalam di desa tersebut.

Setelah dari Desa Bartos, Farhan langsung berangkat menuju hutan sihir. Di sana ada berbagai macam tanaman dan hewan sihir. Farhan berangkat dari Desa Bartos ke hutan sihir, Farhan sudah terbiasa dengan perjalanan yang jauh.

Dia juga sudah biasa menghadapi binatang buas yang menghadang di tengah-tengah jalan. Farhan pun akhirnya sampai di hutan sihir, Farhan langsung masuk dan saat masuk dia merasakan hawa yang sangat berbeda. Di sana terasa sangat sejuk dan lembab, dan di sana masih banyak hewan-hewan sihir yang berkeliaran.

Saat di tengah hutan, dia melihat seperti ada seekor hewan yang sedang kesakitan. Dia langung mendatangi hewan tersebut, ternyata hewan itu adalah serigala yang berbulu putih dan memiliki lambang bulan sabit di dahinya. Farhan pun langsung mengobati hewan tersebut dan memberinya makan.

Farhan mencari tempat perlindungan di sana, yang hampir tidak ada tempat yang bisa dihuni. Akhirnya Farhan menemukan sebuah gua yang bisa mereka tinggali, untuk bertahan hidup sekaligus merawat si serigala hingga sembuh.

Di dalam gua, Farhan yang sedang memasak makanan untuk makan malam melihat si serigala yang sudah sembuh. Serigala itu terlihat sangat besar dengan bulu putih bersih. Saat Farhan memberinya makan serigala itu seperti tunduk berterima kasih.

Saat pagi hari, Farhan melanjutkan perjalanannya menyusuri hutan sihir, tapi Farhan merasa aneh mengapa si serigala selalu mengikutinya padahal dia sudah melepaskannya. Farhan pun teringat tentang hal yang Nugro sampaikan tentang hewan-hewanan.

Serigala yang memiliki tanda bulan sabit di dahinya adalah serigala bulan sabit, dia adalah salah satu hewan yang ganas jika diganggu, jika tidak diganggu maka dia tidak akan menyerang dan hewan ini juga termasuk langka, banyak yang memburunya karena mereka menginginkan tanda bulan sabit yang ada di dahinya serta bulu si serigala.

Serigala bulan sabit juga akan mengikuti orang yang telah menyelamatkan hidupnya seperti saat sekarat tertembak, kelaparan, dsb.

Farhan yang teringat hal itu langsung mendekati serigala tersebut, serigala itu langsung diam ketika Farhan mendekatinya. Farhan langsung mengelusnya dan si serigala merasa sangat senang kegirangan, akhirnya Farhan memberi nama serigala itu “Felix”. Setelah memberi nama serigala itu “Felix”, Farhan langsung memanggilnya, “Hei Felix, kemarilah.”

Felix yang mendengarnya langsung datang, Farhan bertanya kepada Felix, “Hei Felix, apakah aku boleh menunggangimu?” tanya Farhan. Felix langsung mengangguk yang artinya boleh. Farhan pun langsung naik dan melanjutkan perjalanan menyusuri hutan sihir.

Farhan yang sedang menyusuri hutan bersama Felix melihat sesuatu seperti peti harta karun. Melihat itu mereka pun langsung bergegas menuju ke peti harta karun, setelah sampai mereka melihat peti itu terkunci dan ada sebuah gulungan yang isinya tertulis, “Jika kamu ingin mebuka peti ini maka kamu harus menyelesaikan dungeon yang berada di dekat sini”.

Farhan yang mebacanya langsung bersemangat dan langsung bergegas menuju dungeon yang ada di peta. Setelah sampai, jantung Farhan mulai berdetak dengan sangat cepat karena sangat bersemangat, “Hei Felix, apakah kau siap untuk menyusuri dungeon ini bersamaku?” tanya Farhan, Felix langsung menggonggong bersemangat.

Akhirnya Farhan dan Felix pun masuk. Dungeon itu dibagi 3 lantai dan saat ini Farhan berada di lantai 3, lantai paling atas. Farhan yang baru masuk langsung melihat sekumpulan monster yang sedang mondar-mandir, Farhan pun langsung bersiap menyerang mengeluarkan pedang dan perisai serta Felix yang siap membantunya.

Farhan langsung turun dari Felix dan melancarkan serangan kepada para monster, dengan mudah Farhan langsung mengalahkan mereka semua. Kemudian Farhan melanjutkan berjalan menulusuri dungeon itu, dia ingin cepat bisa mendapatkan kunci dari peti misterius tersebut. Farhan akhirnya memutuskan untuk berlari sambil membunuh monster yang ada di lantai tersebut.

Akhirnya Farhan berhasil turun ke lantai 2, di sana dia melihat monster yang sepertinya lebih kuat membawa kapak besar dengan tubuh manusia banteng. Namun Farhan tidak mempedulikan hal tersebut, Farhan langsung menerobos dan membunuh monster banteng itu satu per satu.

Farhan yang sedang menyusuri lantai 2 sudah melihat tangga turun menuju lantai 3, namun seperti ada yang menjaga tangga itu dan dirinya harus mengalahkannya. Farhan yang melihat sosok penjaga tangga itu yang seperti seorang ksatria, menggunakan zirah besi dan helm, serta terlihat cahaya merah dari arah bolongan helmnya.

Farhan pun langsung mengawali penyerang dengan menggunakan busur, ditembakkan lalu terpantul terkena zirah besinya. Menyadari menggunakan busur tidak mempan, Farhan langsung maju menggunakan pedang bersama Felix. Farhan yang melancarkan serangannya menggunakan pedang langsung ditahan oleh si ksatria tersebut dengan pedangnya.

Tidak puas dengan serangan awal, Farhan langsung menyerangnya lagi dan terkena di bagian perut, namun tidak terlalu dalam. Farhan akhirnya mencari cara agar bisa mengalahkan monster ksatria itu, Farhan mendapatkan ide untuk menembakkan anak panah menuju wajahnya. Farhan langsung mencoba idenya tersebut namun anak panah itu meleset tidak masuk ke dalam helm ksatria itu.

Farhan akhirnya langsung maju dan menusukkan pedangnya ke wajah si monster ksatria tersebut dan moster itu pun langsung mati seketika.

Farhan yang masih bersemangat langsung turun ke lantai terakhir dan langsung melihat boss dungeon tersebut. Boss tersebut adalah seekor kuda yang bertubuh manusia dan membawa kapak yang sangat besar yang bernama “KANTUR” dan juga di belakanggnya ada sebuah peti hitam yang dikunci dan dirantai.

Dengan sangat berani Farhan langsung berlari dengan penuh semangat untuk menghadapi si Kantur, dia menembakkan anak panahnya dengan sangat kuat ke kepala makhluk tersebut dan tiba-tiba ada akar tanaman yang menjalar dan menghalau anak panah Farhan. Kantur langsung berlari ke arah Farhan dan menyerangnya, Farhan langsung berlari namun tetap dikejar oleh Kantur dan akar-akar yang menyebalkan.

Felix yang melihat Farhan sedang kesusahan, langsung membantunya dengan cara menggigit kaki Kantur yang membuat Kantur terjatuh. Farhan yang melihat kesempatan emas tersebut langsung berlari sambil menebas akar-akar yang menggangunya dan berhasil memberi serangan yang cukup dalam kepada Kartus di bagian perut. Kartus terlihat sudah mulai melemah, Farhan pun langsung menunggangi Felix dan mereka berdua bersama-sama membunuh si Kantur.

Akhirnya Kantur boss dungeon tersebut mati dan Kantur menjatuhkan sebuah kunci untuk membuka peti tersebut. Farhan pun langsung mengambil kunci tersebut dan membuka peti tersebut. Peti tersebut berisi sebuah perisai dan kunci emas yang sepertinya untuk membuka peti yang sebelumnya.

Farhan yang kegirangan langsung kembali ke atas sambil menunggangi Felix.

Sesampainya di peti tersebut, Farhan langsung membukanya dan di dalamnya ada pedang, sepasang dengan perisai yang Farhan dapatkan sebelumnya. Dan ada sebuah peta yang menunjukkan sebuah tempat yang membuat Farhan makin bersemangat untuk menjelajahi dunia yang ia pijaki itu.

Farhan yang sudah menenangkan diri dari kegembiraannya tersebut pun kembali melanjutkan perjalanannya bersama Felix untuk menyusuri hutan tersebut, dan dirinya juga mencoba pedang dan perisai yang ia dapatkan sebelumnya. Farhan yang sedang mencoba pedang tersebut kaget karena pedang tersebut bisa membunuh seekor beruang sihir yang sangat besar dan sekeras batu dengan sekali tebasan.

Sedangkan perisainya dapat membuat musuh yang menyerang perisai tersebut terpantul.

Farhan kembali melanjutkan perjalannya dan akhirnya keluar dari hutan sihir tersebut. Dari kejauhan Farhan sudah bisa melihat Kerajaan Valtos yang terlihat sangat besar dan megah dengan penuh semangat dan harapan yang besar Farhan pun langsung menuju ke kerajaan tersebut bersama Felix. (*)

(Agha Abitha Ismanto, Siswa Kelas VII (SMP Kelas 1) Sekolah Alam Planet NUFO Rembang)

Check Also

Nuroji: Sumber Daya Manusia Berkualitas, Bangkitkan Indonesia

Depokklik.com — Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan bagi suatu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *