Home / Pedidikan / Cikal Madani Akan Lakukan Perubahan Sosial Lewat Pendidikan

Cikal Madani Akan Lakukan Perubahan Sosial Lewat Pendidikan

depokklik.com — Sebagai bagian penting dari pembangunan nasional, pendidikan  akan menjadi komponen utama dalam perubahan sosial.

“Melalui pendidikan, Cikal Madani akan ikut serta dalam melakukan perubahan sosial. Hal ini sebagai kontribusi terhadap pembangunan nasional,” tutur Ketua Yayasan Cikal Madani, Istiqomah Djamil dalam Halal Bihalal Yayasan Cikal Madani di Bogor, Ahad (5 Juni 2022).

Mengapa demikian, menurutnya, karena pendidikan sejak dulu sampai sekarang merupakan hal terpenting dalam hidup manusia.

“Pendidikan memberikan kemajuan pemikiran umat manusia, sehingga taraf hidup mereka meningkat. Dalam perkembangannya dari zaman ke zaman pendidikan berubah menjadi suatu sistem,” tandas Istiqomah.

Pendidikan yang sedang dirintis Yayasan Cikal Madani merupakan pendidikan basis, yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Dengan kita memulai di usia basis pendidikan, akan kita siapkan anak-anak sejak usia dini.

“Tentu saja kita akan memulai mendidik generasi di usia basis atau dasar, yang merupakan usia strategis  bagi pendidikan. Dengan usia dasar tersebut, akan memudahkan bagi kita untuk memasukkan nilai-nilai ke-islaman yang utuh,” tandas Istiqomah.

Dalam acara tersebut juga disampaikan hikmah halal bihalal oleh Ustadz Ahmad Fauzi, yang juga merupakan pimpinan Sekolah Cikal Madani.

Menurut Fauzi, halal bihalal pertama kali digagas oleh tokoh NU, Wahab Chasbullah, pascakemerdekaan Indonesia, dengan tujuan untuk mencairkan ketegangan antara para tokoh bangsa yang memuncak pada saat itu.

“Halal bihalal pertama kali dicetuskan oleh KH Wahab Chasbullah pada 1946. Pada masa itu, Indonesia sedang mengalami masalah disintegrasi bangsa,” tutur Fauzi.

Dalam kondisi tersebut, lanjut Fauzi, Bung Karno kemudian memanggil KH Wahab Chasbullah untuk memberikan saran dan pendapat guna mengatasi situasi politik tersebut.

“Pada saat itu, KH Wahab Chasbdullah memberikan saran pelaksanaan kegiatan halal bihalal. Kegiatan ini dilakukan untuk tujuan membumikan dan menumbuhkan konsep ajaran Ahlussunah wal Jamaah,” urainya.

Fauzi juga menjelaskan, tradisi silaturahim Syawal juga biasa dilakukan oleh Mangkunagera I dari Surakarta, dengan mengumpulkan para punggawa kerajaan saat itu.

“Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I atau Raden Mas Said, memulai tradisi ini dengan mengumpulkan para punggawa kerajaan di Kadipaten Mangkunegaran, sebuah kadipaten di Surakarta, Jawa Tengah,” jelasnya.

Dalam halal bihalal yang dihadiri sekitar 70 orang alumni dan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) ini, selain mendengarkan tausiyah halal bihalal, juga disampaikan laporan perkembangan PAUD Cikal Madani, dan persiapan pelaksanaan Qurban tahun 1443H/ 2022M.

Untuk pelaksanaan PAUD Cikal Madani, akan dimulai pada awal bulan Juli 2022, dengan telah dilakukannya pelatihan para tenaga guru, penyiapan kurikulum, dan fasilitas pendidikan.

Sedangkan untuk pelaksanaan Qurban, telah ditugaskan Yayan Surahman sebagai ketua dan Dedi Nursidik sebagai wakil ketua. (is/is/zi)

Check Also

Nuroji: Pendidikan Kita Jangan Abaikan Nilai-nilai Agama

depokklik.com — Sejumlah pihak, seperti Muhammadiyah menyoroti tidak adanya frasa “agama” dalam draf Peta Jalan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *