Monday , October 19 2020
Home / Pedidikan / Ust. Syaefudin Zuhri: Sabar dan Sholat Sebagai Penolong Keputusasaan

Ust. Syaefudin Zuhri: Sabar dan Sholat Sebagai Penolong Keputusasaan

depokklik.com —- Seluruh makhluk hidup di bumi ini, pasti akan menghadapi masalah, karena masalah ada di mana-mana, mulai dari orang miskin sampai orang kaya. Dari anak-anak hingga kakek-nenek, semua berhadapan dengan masalah.

Prinsipnya, setiap jiwa memiliki masalah. Karena itu, Allah Ta’ala sebagai Pencipta Alam Semesta sudah mengetahui dan karena itu juga telah mempersiapkan metode terbaik dalam menghadapi setiap masalah, yakni dengan sabar dan sholat.

“Al-Qur’an Surat Al- Ma’arij ayat 19 menjelaskan bahwa, sungguh manusia itu diciptakan bersifat suka mengeluh atau berkeluh kesah, ‘haluu’an’, bila ditimpa kesusahan berkeluh kesah. Sebagai contoh, kita berkeluh kesah, mengapa kakiku tidak sembuh-sembuh dari sakit. Karena itu, dalam kondisi putus asa yang dibutuhkan adalah sikap sabar. Sebab Allah sudah berjanji tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya. Pada hakekatnya bagaimana kita menghadapi ujian itu, maka jalannya adalah jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu,” tutur Ustadz Haji Syaefudin Zuhri, dalam Kajian Tafsir, Sabtu Shubuh, 17 Februari 2018, di Masjid Baiturrahim, Perumahan Taman Cipayung, Kota Depok.

Ayat selanjutnya, yaitu ayat 20 juga menjelaskan bahwa apabila ditimpa ujian atau kesusahan, yang muncul adalah keluh kesah ‘jazuu’aan’, itulah sifat dasar manusia, maka tidak ada jalan lain yaitu dengan sabar, dan sabar ini  harus dijadikan sebagai sikap pertama dalam menghadapi kesusahan. Sikap pertama ini sangat menentukan dalam menghadapi berbagai masalah dan harus diiringi dengan sikap  ikhlas agar selalu dekat dengan Allah dan jangan justru menjauhi Allah.

Selanjutnya, alumni IAIN Sunan Gunung Djati Bandung ini menjelaskan, biarlah masalah mewarnai hidup kita, sebesar apa pun, semua itu pasti akan sirna seiring kita memohon solusi kepada Allah dengan sabar dan sholat. Karena itu, diperlukan kematangan hati untuk menghadapinya. Namun demikian, yang terjadi pada manusia justru sebaliknya, bahwa manusia akan terbuai ketika mendapat nikmat, manusia justru menjadi orang kikir, bahkan menjauh dari Allah.

“Tampak jelas dalam ayat 21 bahwa inilah sifat dasar manusia, bila diberi kelebihan atau kebaikan dari Allah, manusia justru lupa kepada Allah. Di sinilah sifat dasar manusia yang kikir atau pelit, atau ‘manuu’aan’, merasa bahwa Allah telah memberi kebaikan, memuliakan ketika diberi kelebihan Allah, tetapi ketika Allah menguji dengan sedikit kesulitan, kesusahan, maka yang muncul keluhan bahwa Allah bertindak tidak baik, tidak adil terhadap saya, inilah wujud prasangka buruk kepada Allah,” tutur Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baiturrahim periode 2008-2011 & 2011-2014 ini.

Sementara itu untuk menghindari sifat kikir, jebolan Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin dan Lebaksiu Tegal itu menjelaskan, ayat 22 dan ayat 23 memberi jawaban. Ayat  22 menjelaskan mengenai ‘Illa mushollin’, yang menegaskan bahwa manusia  dilihat dari pembawaannya dengan sifat-sifat tercela, kecuali orang-orang yang selalu menjaga sholat, dengan sholat itu Allah telah memberi taufiq dan kebaikan.

“Karena itu upayakanlah selesai sholat awalilah dengan istighfar. Kadang kita tidak sadar, mungkin dalam sholat ada yang tidak konsentrasi, bahkan dalam hidup ini tidak merasa berbuat salah. Upayakan juga dengan sholat berjamaah di Masjid, dengan berjamaah, kebersamaan, saling silaturahmi tercipta, dan jangan tinggalkan dzikir selesai sholat,” tutur santri dari Kyai Fathoni dan Kyai Abdul Malik ini.

Berkaitan dengan bagaimana sholat itu harus dijalankan, Ustadz Syaefudin menjelaskan, dalam ayat 23 telah memunculkan pertanyaan bagaimana sholat kita, tentu haruslah memenuhi rukunnya.

“Sholat kita harus memenuhi rukunnya, haruslah tuma’ninah, dalam sholat dari rukun ke rukun. Dan harus konsisten dalam melaksanakan sholat, tepat waktu, dan berjamaah. Hal itu diuperkuat dalam Al Quran Surat Al-Mu’minun ayat 1 dan 2 yang menegaskan bahwa sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang orang yang khusu’ dalam sholatnya,” tutur Ustadz Syaefudin. (is/syur)

Check Also

Ruhul Islam Baiturrahim Akan Bagkitkan Remaja Dengan Kegiatan Kreatif dan Inovatif

depokklik.com — Sesuai dengan visi dan misi pembinaan Masjid Baiturrahim Perumahan Taman Cipayung Kota Depok, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *