Tuesday , December 1 2020
Home / Nasional / Nuroji: Maknai Sumpah Pemuda Sesuai Perkembangan Jaman

Nuroji: Maknai Sumpah Pemuda Sesuai Perkembangan Jaman

 

depokklik.com — Sumpah Pemuda yang merupakan konsensus pemuda Indonesia dalam Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia harus menjadi peneguh persatuan pemuda sebagai spirit kemajuan bangsa Indonesia di masa mendatang.

“Karena itu, pemuda sebagai entitas gerak dan insan cendekia serta tonggak perubahan mesti terus diingatkan dan disadarkan akan hal-hal strategis, agar mereka tidak dilenakan oleh kemajuan teknologi. Sehingga, kemunduran moral, integritas, dan inovasi menjadi terhambat,” tutur Anggota MPR RI, Nuroji dalam Sosialisasi Hasil-hasil Keputusan MPR, di Depok, Sabtu 19 September 2020.

Dalam hal ini, politisi Partai GERINDRA itu mengingatkan bahwa, dua dekade masa reformasi banyak hal yang patut disyukuri sekalipun masih banyak pula hal-hal yang mesti terus diperbaiki. Lebih jauh ia menerangkan, pemuda dalam sejarah dunia dan sejarah Indonesia memegang peranan strategis dalam mewujudkan perubahan-perubahan fundamental dan masif.

Dalam sejarah Bangsa Indonesia yang berhasil meraih kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pada 17 tahun sebelum peristiwa mega penting itu, pemuda telah bersumpah untuk bertumpah darah satu, tumpah darah Indonesia, itulah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang tahun ini diperingati tepat 92 tahun.

“Itulah fakta yang menyejarah di masa lalu. Bagaimana dengan masa kini, akan seperti apa bangsa ini ke depannya. Dan, bagaimana para pemuda menyiapkan diri. Sungguh, hal yang tak kalah penting hari ini adalah bagaimana para pemuda bangsa, mengenali jati dirinya sebagai kader bangsa, kemudian dapat dengan jernih melihat kondisi bangsa ke depan,” imbuhnya.

Terlebih secara sosial politik, lanjut Nuroji, para pemuda kini diperhadapkan dengan ketimpangan realitas, di mana korupsi kian merajalela dan perilaku negatif di media sosial kerap menjadi perbincangan media setiap hari.

“Jika hal ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin, pemuda Indonesia yang semestinya menjadi garda terdepan pembangunan, justru menjadi beban bangsa dan negara,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pada momentum 92 tahun peringantan Sumpah Pemuda, generasi muda harus mampu memaknai Sumpah Pemuda sesuai dengan konteks dan tantangan yang dihadapinya. Spirit pendahulunya harus dijadikan sebagai tonggak berpikir yang lebih kreatif.

“Generasi muda harus mampu memaknai Sumpah Pemuda sesuai dengan konteks dan tantangan yang dihadapinya. Dengan demikina, spirit pendahulunya harus dijadikan sebagai tonggak berpikir yang lebih kreatif. Pemuda harus menguasai sains dan teknologi, tetapi jangan melupakan eksistensinya sebagai ciptaan Allah yang berkewajiban menegakkan peradaban,” pungkasnya. (*)

Check Also

Hadapi Ragam Spektrum Tantangan saat ini & Masa Depan, Panglima TNI-Pangab Singapura Bahas Latihan dan Kerja Sama Militer

depokklik.com – Menghadapi beragam spektrum tantangan saat ini dan tangan masa depan, Panglima TNI-Pangab Singapura …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *