Home / Nasional / Nuroji: Generasi Milenial Perlu Disiapkan Hadapi Tantangan Ke Depan

Nuroji: Generasi Milenial Perlu Disiapkan Hadapi Tantangan Ke Depan

depokklik.com — Tantangan di masa depan tak mungkin lagi mampu diatasi oleh “generasi tua”, karena tantangan mendepan terkait dengan masifnya perkembangan teknologi dan informasi. Sementara yang mampu untuk menekuni teknologi dan informasi adalah generasi milenial. Karena itu, generasi milenial lah yang diharapkan akan sanggup mengatasi tantangan ke depan.

“Tantangan mendepan terkait dengan masifnya perkembangan teknologi dan informasi. Generasi milenial sangat dekat dengan teknologi. Kehidupan generasi ini tidak bisa dilepaskan dari teknologi dan internet, berbeda dengan generasi X di mana pengaruh dari teknologi belum terlalu menonjol seperti saat ini,” tutur Anggota MPR RI dari Fraksi Partai GERINDRA, Nuroji, dalam Sosialisasi Hasil-hasil Keputusan MPR RI, Selasa 17 November 2020, di Kota Depok.

Generasi milenial, lanjut Anggota DPR RI Komisi X yang membidangi masalah pendidikan ini, lahir ketika handphone dan media sosial mulai muncul di Indonesia, sehingga wajar apabila generasi ini lebih melek teknologi dibanding generasi-generasi sebelumnya.

“Generasi ini lahir setelah zaman generasi X, atau tepatnya pada kisaran tahun 1980 sampai tahun 2000-an. Jadi dapat diperkirakan bahwa saat ini generasi milenial memiliki rentang usia 17 hingga 37 tahun. Di Indonesia sendiri, terdapat sekitar 80 juta orang yang berusia antara 17 hingga 37 tahun,” jelasnya.

Jumlah tersebut sangat banyak dan signifikan, mengingat populasi generasi milenial sudah mencakup 30 persen dari total penduduk di Indonesia. Berdasarkan berbagai kajian dan penelitian yang telah dilakukan terhadap generasi milenial, ditemukan banyak perbedaan antara generasi ini dengan generasi-generasi yang lebih tua, seperti generasi silent, generasi boomer, maupun generasi X.

Karena itu, lanjut Nuroji, sebagai generasi penerus bangsa, generasi milenial di Indonesia tidak boleh kalah dalam persaingan dengan anak-anak muda dari negara lain. Pendidikan yang tinggi saja ternyata tidak cukup, anak muda Indonesia zaman now harus dibekali dengan berbagai pengalaman dan soft skills yang baik.

“Nah, menjadi pribadi yang kreatif, aktif, dan inovatif tentu harus dimiliki dalam jiwa anak muda. Itu adalah syarat utama bagi generasi milenial untuk dapat bersaing dan menghadapi berbagai tantangan di dunia yang semakin dinamis ini,” terangnya.

Selanjutnya budayawan Kota Depok itu menjelaskan bagaimana cara agar dapat menjadi generasi millennial yang kreatif, aktif, dan inovatif di era modern saat ini? Ada aktivitas-aktivitas atau pola hidup yang perlu dilakukan.

Pertama, memperbanyak membaca Buku. “Dengan membaca buku secara rutin sangat dianjurkan bagi generasi millenial saat ini, apalagi minat baca dari anak muda di Indonesia masih sangat rendah,” harapnya.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Most Littered Nation In the World 2016, dari total 61 negara, minat baca di Indonesia berada di peringkat 60. Hal ini tentu menjadi keprihatinan bersama, padahal dengan membaca buku setiap hari, wawasan yang diperoleh menjadi lebih luas dan hal tersebut akan merangsang kemampuan untuk berpikir secara kreatif.

Kedua, menggunakan internet dan media sosial secara bijak. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi dan internet bisa membawa dampak positif maupun dampak negatif bagi anak muda.

“Apabila tidak hati-hati dalam penggunaannya, kita sebagai anak-anak muda dapat terjerumus ke hal-hal yang negatif, seperti mengunjungi situs-situs pornografi, membuka situs-situs radikalisme, atau salah dalam memilih teman dan komunitas di internet. Jangan sampai media sosial justru menjadi sarana untuk saling menghujat dan menjatuhkan satu sama lain atau untuk menyebarkan informasi hoax. Maka dari itu, sebagai generasi penerus bangsa harus mengambil dampak positifnya saja,” pintanya.

Ketiga, perlu bersikap terbuka terhadap berbagai pengalaman baru. Sebab, di dunia yang semakin dinamis dan modern seperti saat ini, sebagai anak muda perlu membiasakan diri untuk terbuka dengan berbagai pengalaman baru.

“Maka, anak muda dapat mengikuti berbagai macam aktivitas yang bermanfaat bagi kita, seperti bergabung dengan organisasi sosial, menjadi relawan bagi orang-orang miskin, atau mengikuti ajang-ajang perlombaan. Aktivitas-aktivitas tersebut akan melatih diri kita untuk dapat berpikir lebih kreatif dan bergerak lebih aktif,” tandasnya.

Yang terakhir, Nuroji menilai generasi milenial akan mampu membangun ide dan visi ke depan. Hal berikutnya yang dapat dilakukan oleh anak muda adalah mencoba mengembangkan ide-ide kreatif yang ada di benaknya. Kita bisa memulai dengan ide-ide yang sederhana terlebih dahulu.

“Siapa tahu dari ide yang sederhana tersebut, kita justru dapat membentuk sebuah startup baru yang dapat memecahkan masalah-masalah yang ada sekitar kita dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Selain mencoba mengembangkan ide-ide yang ada di pikirin, generasi milenial juga harus memiliki visi dalam kehidupannya,” pungkasnya. (*)

Check Also

Nuroji: Mas Menteri Nadiem Perlu Persiapan Matang untuk Buka Sekolah Tatap Muka

depokklik.com — Mas Menteri Nadiem, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mewacanakan untuk memulai proses pembelajaran …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *